MPASI Bayi Dengan Susu Kambing

Ada beberapa yang bertanya, perihal bolehkah bayi minum susu kambing ?. Secara logika saya, pada dasarnya anak usia 6 bulan ke atas artinya yang sudah diberi MPASI boleh saja meminum susu kambing karena pada saat itu sebenarnya anak sudah boleh menerima makanan lain selain ASI termasuk susu kambing. Susu kambing memang tak pandang usia, siapapun bayi hingga lansia tetap dapat minum susu kambing karena banyaknya manfaat susu kambing bagi .

Namun, saya juga tidak ingin menjawab hanya berdasarkan pemikiran saya sendiri, untuk itu saya ingin sekali berbagi dengan yang lain tentang informasi yang saya beroleh berdasarkan hasil penelusuran melalui internet. Tentu saja, saya berharap ulasan dari beberapa informasi yang saya peroleh ini bisa memperkaya wawasan kita tentang boleh tidaknya bayi minum susu kambing.

Beberapa ibu di luar negeri memang memberikan susu kambing formula pada anak-anaknya karena sang ibu menurunkan alergi susu sapi kepada anak-anaknya juga. Karenanya dia memutuskan untuk memberikan susu kambing formula kepada anak-anaknya. Pada dasarnya susu kambing boleh saja diberikan kepada bayi. Seorang Dietitian Sarah Schenker (expert yang menjawab pertanyaan di website www.babycentre.co.uk) menyarankan agar bayi diberi ASI eksklusif 6 bulan pertamanya. Namun setelah itu boleh memberinya susu kambing formula. Setelah usia anak 1 tahun jika ingin memberinya susu kambing pastikan sudah melewati proses pasteurisasi.

Sementara itu ada juga yang berpendapat bahwa susu kambing segar yang mentah tidak disarankan untuk anak usia kurang dari setahun bisa saja untuk menghindari adanya bakteri pada raw goat milk-nya. Kalau asal minum tanpa memperhatikan kebersihannya justru kan tidak sehat juga. Padahal susu kambingnya baik namun karena pengelolaannya kurang baik jadilah kurang baik hasilnya.

Itulah sebabnya beberapa ibu di luar negeri bahkan membuat sendiri resep susu kambing atau istilahnya adalah homemade goat milk. Tujuannya sama dengan ibu-ibu lainnya ingin memberikan nutrisi terbaik bagi sang anak melalui susu. Nah, untuk homemade goat milk biasanya memang digunakan raw goat milk atau yang bubuk, lalu ditambahkan dengan olive oil, virgin coconut oil dan bahan-bahan lainnya. Kalau di Indonesia sepertinya resep seperti itu belum dikenal, mungkin ada tapi tidak banyak. Sementara di luar negeri, kaum ibu memang mulai beralih ke susu kambing.

Wajar saja harga susu kambing di luar negeri mahal karena memang disana peternakan kambing sedikit. Prinsip ekonomi, jika demand banyak, supply sedikit otomatis produk jadi langka karena langka harga jadi mahal. Berbeda dengan di Indonesia masyarakat masih bisa menikmati susu kambing bubuk dengan kisaran harga Rp 25-40 ribu untuk 200 gr. Di luar negeri sebut saja di AS, perbandingan harga 1 galon susu sapi adalah $2,5 sedangkan 1 galon susu kambing adalah $15. Bisa dibayangkan betapa mahalnya harga susu kambing disana. Maka Indonesia sebagai negara yang banyak peternakan kambingnya sebenarnya sangat berpotensi menjadi produsen susu kambing yang berkualitas. Harus mengutamakan pengelolaan susu kambing agar memiliki standar ekspor (standar internasional) agar bisa diterima di pasaran dunia.

Alhamdulillah sekarang masih bisa menikmati susu kambing yang terjangkau, tidak terbayang kalau harga susu kambing semahal di luar negeri sana. Mungkin minum susu kambing menjadi hal yang langka, kemudian mereka yang alergi susu sapi pun menjadi kesulitan karena mahalnya harga susu kambing tersebut.

Kembali lagi ke masalah, boleh tidaknya bayi minum susu kambing. Joe Staut bersama anak-anaknya telah minum susu kambing. Dia bercerita bahwa anaknya Liesl yang kala itu usianya 9 bulan ternyata alergi susu sapi, karenanya sebagai orangtua mereka memutuskan mencari asupan terbaik yang nutrisinya paling dekat dengan ASI. Itulah susu kambing formula.

disadur dari : http://rodame.com/bolehkah-bayi-minum-susu-kambing/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *